Apa Itu Meniskus, Tulang Lutut Yang Rentan Cidera

Apa Itu Meniskus ?


Meniskus adalah sebuah jaringan tulang rawan pada lutut yang berfungsi sebagai bantalan dan menstabilkan persendian lutut. Tulang rawan ini berfungsi sebagai bantalan dan membantu menstabilkan persendian lutut.

Meniskus adalah bantalan berbentuk bulan sabit atau huruf C kecil yang melekat antara tulang paha dan tulang kering. Selain menjaga keseimbangan tubuh, keberadaan meniskus membuat kedua tulang paha dan tulang kering tidak saling bergesekan ketika ada pergerakan pada sendi lutut. Meniskus juga membantu mendistribusikan nutrisi ke dalam jaringan dan tulang rawan di sekitar tulang paha dan tulang kering.

Kenapa meniskus terjadi ?? Meniskus bisa terluka atau robek saat melakukan aktivitas olahraga.


Apa Saja Penyebab Meniskus Terjadi ?

Meniskus yang terluka atau robek di sebut meniscus tear. Dalam olahraga, cedera meniskus kerap di sebut sebagai cedera lutut. Robekan meniskus ini terjadi karena adanya pergerakan yang memaksa lutut berotasi sewaktu kaki sedang berpijak kuat, contohnya gerakan memutar mendadak ketika bermain sepak bola, futsal, bola basket, voli, badminton, tenis dan lain-lain. 

Robekan meniskus ini lebih sering terjadi pada orang berusia 30 tahun ke atas yang masih aktif melakukan aktivitasi fisik atau olahraga. Seiring bertambahnya usia, fungsi meniskus dapat melemah dan membuat seseorang lebih mudah mengalami robekan meniskus. Hal sepele juga bisa mengalami robekan meniskus contohnya jongkok, atau menginjak permukaan yang tidak rata.

Baca Juga : Manfaat Jahe Dan Lemon

Apa Saja Ciri Dan Tanda Gejala Meniskus ?

Gejala robekan meniskus terdiri dari 3 derajat. Dengan robekan meniskus ringan. anda akan merasakan nyeri dan pembengkakan sendi pada lutut yang biasanya sembuh dalam 2-3 minggu. 

Pada robekan meniskus sedang, anda akan merasakan nyeri yang lebih dari meniskus ringan, bisa nyeri di sisi luar lutut atau di sisi dalam lutut. Dan biasanya akan semakin memburuk dalan 2-3 hari. Sendi pada lutut akan menjadi kaku dan pergerakan menjadi terbatas. Gejala akan menghilang 2-3 minggu, namun gejala ini akan muncul lagi jika lutut anda terpelintir atau digunakan terlalu sering. Apabila tidak di tangani akan timbul tenggelam bertahun-tahun.

Sedangkan dalam cedera meniskus berat, sebagian meniskus dapat terputus dan berpindah ke ruang sendi menyebabkan lutut anda mengeluarkan suara dan sendi akan terkunci. Artinya, anda tidak bisa meluruskan sendi lutut.

Bagaimana Penanganan Meniskus ?

Untuk memastikan kalian terjadi robekan meniskus, anda perlu memeriksa diri ke dokter. Pemeriksaan yang akan dilakukan meliputi pemeriksaan fisik dan beberapa pemindaian, seperti Rontgen, MRI (Magnetic Resonance Imaging), USG, dan Arthroskopi.

Pada kondisi yang berat, anda mungkin membutuhkan tatalaksana operasi untuk memperbaiki cedera meniskus anda, tapi sebagian besar robekan meniskus tidak memerlukan operasi. untuk mempercepat penyembuhan, anda dapat melakukan beberapa hal berikut.

  • Istirahatkan lutut anda, dan kurangi aktivitas yang mengharuskan anda berjalan. Untuk membantu mengurangi beban pada lutut, anda bisa menggunakan alat bantu seperti kruk.
  • Kompres dengan menggunakan perban elastis untuk mengurangi bengkak. 
  • Posisikan lutut anda anda lebih tinggi dengan menaruh bantal di bawah tumit anda. 
  • Berikan es untuk mengurangi nyeri dan pembangkakan. Lakukan selama 15-20 menit setiap 3-4 selama 2-3 hari atau hingga nyeri dan bengkak hilang.
  • Bisa menggunakan obat anti inflamasi bisa menjadi pilihan untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan. 
  • Yang terakhir konsultasikan keluhan anda dengan dokter spesialis tulang.
Jika perawatan di atas tidak memperbaiki robekan meniskus dan semakin parah, dokter mungkin akan menyarankan tidakan operasi, seperti bedah arthroskopi lutut. 

Sekian informasi tentang meniskus semoga bermanfaat baca lagi informasi tentang manfaat jahe dan lemon